Inilah 3 Alasan Mengapa Bitcoin Turun Setelah Gagal Melampaui $ 60.000

IMG_20201110_125831
-Advertisement-
-Advertisement-

Bitcoin (BTC), belum lama ini telah gagal melampaui level krusial $ 60.000, yang membawanya kembali jatuh yang menciptakan kekhawatiran untuk berlanjutnya penurunan pasca kegagalan ini!

Pada saat penulisan, BTC tengah ditransaksikan antara level $ 55.000 –  56.500 yang menjadi dasar perhatian pasar sambil mengantisipasi pelemahan lanjutan selama BTC belum mampu membangun kekuatan dikisaran level tersebut.

BTC Kembali ke Bursa

Satu faktor utama yang mungkin akan dapat menyebabkan hambatan bagi eksistensi Bullish adalah saldo BTC yang secara keseluruhan berada di bursa pertukaran crypto.

Sementara melihat trend turun yang curam secara umum sepanjang tahun lalu, lonjakan pasokan lokal – ketika pedagang mengirim koin kembali ke akun pertukaran mereka untuk potensi aksi penjualan cepat – cenderung mencerminkan mentalitas yang lebih didorong oleh aksi penjualan.

Ini tidak terjadi untuk setiap pertukaran di minggu ini, dimana menurut data dari sumber pemantauan Bybt, 16.222 BTC telah memasuki pertukaran Binance dalam tujuh hari terakhir. Sebaliknya, platform institusional Coinbase Pro sebenarnya telah kehilangan 11.947 BTC, sesuai dengan trend keseluruhan.

Namun Binance tidak sendiri karena ada OKEx, Huobi, Bitfinex dan Kraken yang semuanya telah melihat saldo BTC mereka meningkat dalam 24 jam terakhir.

Keserakahan (Greedy) Meningkat

Ini adalah hal umum yang biasa terjadi dan sering berulang di kelas aset manapun.

Berdasarkan lacakan oleh Crypto Fear & Greed Index, yang mengukur sentimen pedagang menggunakan sekeranjang faktor tertimbang, selera untuk aksi jual meningkat, bahkan saat aksi harga tidak lagi positif.

Pada hari Selasa kemarin, Indeks memberikan skor pasar crypto 68/100, sesuai dengan “Keserakahan” yang menjadi penggerak suasana hati pasar secara keseluruhan.

Ini masih di bawah puncak pertengahan 90-an yang terlihat di awal tahun – level yang hampir menjamin dominasi penjualan – tetapi volatilitas memastikan bahwa indeks tidak bertahan lama di zona yang sama. “Keserakahan” bisa berubah menjadi “Keserakahan Ekstrim” atau “Ketakutan Ekstrim” dalam beberapa hari atau bahkan lebih cepat, dimana pada 27 April, misalnya, Indeks hanya mengukur di 27/100.

Tekanan dari Dogecoin dan Ether

Kenaikan Ethereum yang sangat fantastis telah memberi dampak buruk pada prospek Bitcoin, dimana crypto nomor 2 ini telah mampu bertumbuh dan mencetak ATH baru yang sangat tinggi, ini memberi tekanan pada BTC.

Selain itu, Dogecoin (DOGE) yang telah menjadi perhatian sejak awal tahun ini telah terus menyerap perhatian dan uang para investor yang juga memberi tekanan tersendiri bagi crypto utama Bitcoin, yang dilihat investor harganya sudah tinggi dan potensi tumbuhnya melambat.

Pangsa pasar Bitcoin pun turun karena aliran dana lebih mengarah ke Altcoin, yang banyak disebut sebagai AltSeason, sehingga pemulihan kemungkinan akan membutuhkan upaya lebih bagi BTC. 

sumber

-Advertisement-
-Advertisement-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *